oleh

Innalillahi Wainna Illaihi Roji’un, ATTAQWA Bekasi Berduka

-Regional-470 views

Bekasi, korankompas.com – KH. Amien Noer, Pimpinan Pondok Pesantren Attaqwa Ujung Harapan, Babelan, Kabupaten Bekasi, wafat hari ini, Kamis (8/7). Anak dari Pahlawan Nasional KH Noer Ali ini meninggal dunia di ICU RS Ananda.

“Keluarga besar Pondok Pesantren Attaqwa Putra berduka cita atas wafatnya Almaghfurlah KH. M. Amin Noer bin KH. Noer Alie di RS Ananda Bekasi,” demikian penggalan unggahan akun instagram resmi pesantren At Taqwa Putra hari ini.

Dikutip  dari halaman Facebook Pondok Pesantren Attaqwa Putra, jenazah akan dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di Pondok Pesantren Attaqwa Putri, Ujungharapan Bahagia, Babelan, Kabupaten Bekasi.

KH Nurul Anwar, Noer Alie yang lain, berperan besar dalam melanjutkan pimpinan Pondok Pesantren Attaqwa selepas ayahandanya meninggal pada 1992.

Karpet masjid terbaik
jual karpet masjid

Beliau juga sempat mempin MUI Kabupaten Bekasi pada periode 2016-2020, saat itu beliau menggantikan posisi KH Rochimudin Nawawi yang meninggal dunia.

Empat hari sebelumnya, istri dari KH Nurul Anwar, Ustazah Hj. Nurlaila Burhani, berpulang karena sakit di RS Ananda Babelan.

KH Nurul Anwar adalah anak dari ulama karismatik asal Bekasi, yaitu KH Noer Ali, ulama yang biasa tenar denga julukan Singa Karawang Bekasi.

Mubaligh yang wafat pada 29 Januari 1992 itu tenar dengan julukan “Singa Karawang-Bekasi.” Buku Genealogi Intelektual Ulama Betawi (2011) menjelaskan, KH Noer Ali lahir di Ujung Malang (kini bernama Ujung Harapan), Bekasi. Keluarganya bermata pencaharian tani.

Ayahnya bernama H Anwar bin Layu, sedangkan ibunya adalah Hj Maemunah. Sejak kecil, Noer Ali memiliki semangat untuk mendalami ilmu-ilmu agama.

Ketika berusia delapan tahun, dia mulai belajar mengaji pada Guru Maksum di Kampung Bulak. Tiga tahun kemudian, dia mengkaji ilmu tata bahasa Arab, tauhid, dan fiqih dari Guru Mughni.

Ketekunannya semakin menebal, Memasuki usia remaja, Noer Ali pergi ke Kampung Cipinang Muara, Klender (Jakarta Timur). Tujuannya, memeroleh ilmu dari Guru Marzuqi yang kelak menghasilkan alim ulama Betawi terkemuka. Banyak di antaranya yang sahabat karib Noer Ali.

Kesungguhan belajar putra daerah Bekasi ini menarik perhatian Guru Marzuqi. Pada akhirnya, Noer Ali diperbolehkan untuk mengajar murid junior bila sewaktu-waktu Guru Marzuqi berhalangan hadir. (uha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed