oleh

AS Evakuasi 3.200 Orang dari Afghanistan Usai Taliban Berkuasa Lagi

Kabul, korankompas.com – Militer Amerika Serikat (AS) sejauh ini telah mengevakuasi lebih dari 3.200 orang dari Afghanistan sejak kelompok Taliban kembali berkuasa. Angka itu termasuk sekitar 1.100 orang yang dievakuasi dalam sehari pada Selasa (17/8) waktu setempat.
Seperti dilansir AFP, Rabu (18/8/2021), AS mengerahkan ribuan tentaranya ke bandara Kabul sejak Sabtu (14/8) lalu untuk mengamankan proses evakuasi para diplomat dan warga AS, juga warga Afghanistan yang berjasa untuk pasukan AS selama misi 20 tahun terakhir.

Proses evakuasi ini diwarnai kekacauan saat ribuan warga Afghanistan membanjiri landasan di bandara Kabul demi bisa menaiki pesawat untuk meninggalkan negaranya dan menghindari Taliban yang dikenal sarat kekerasan. Beberapa bahkan nekat bergelantungan pada pesawat militer AS
Seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebut namanya, menuturkan bahwa sejauh ini sudah lebih dari 3.200 orang yang dievakuasi dari Afghanistan. Jumlah itu termasuk para staf diplomatik dan warga AS, serta nyaris 2.000 warga Afghanistan berstatus ‘imigran khusus’ yang akan direlokasi ke AS.
Dari jumlah itu, sekitar 1.100 orang dievakuasi dalam sehari atau pada Selasa (17/8) waktu setempat. “Penerbangan militer AS telah mengevakuasi sekitar 1.100 warga AS, permanent resident AS, dan keluarga mereka dalam 13 penerbangan,” sebut pejabat Gedung Putih tersebut.

Gedung Putih menyatakan bahwa masih ada sekitar 11.000 warga AS di wilayah Afghanistan, termasuk para diplomat dan kontraktor. Kebanyakan dari mereka masih menunggu dievakuasi.
Otoritas AS berniat menyelesaikan proses evakuasi ini sebelum batas waktu penarikan tentara pada 31 Agustus. Pentagon berencana untuk menambah penerbangan dengan pesawat transpor jenis C-17 hingga mencapai dua lusin penerbangan dalam sehari.

“Sekarang setelah kita menetapkan alurnya, kita mengharapkan jumlah itu meningkat,” ucap pejabat Gedung Putih tersebut.
Secara terpisah, Mayor Jenderal Hank Taylor dari Pentagon menuturkan bahwa AS menargetkan untuk mengoperasikan satu penerbangan dalam satu jam agar sekitar 5.000 orang hingga 9.000 orang bisa diangkut setiap harinya.

Penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, sebelumnya mengungkapkan bahwa Taliban menjanjikan keamanan untuk akses ke bandara Kabul dan untuk proses evakuasi yang terus berlangsung.
“Taliban telah memberitahu kami bahwa mereka bersiap memberikan jalur aman bagi warga sipil ke bandara, dan kami berniat untuk meminta mereka untuk menjaga komitmen itu,” ungkapnya. (dtk/uha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed