oleh

Begini, Calon Pelajar Gontor Menjalani Ujian Tulis dan Lisan Semester Ganjil

Depok, korankompas.com – Pesantren Modern Primago, di bawah naungan Yayasan Pendidikan Primago Indonesia (YPPI) Meruyung Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Senin  (22/11) mulai mengadakan ujian semester 1 bagi santri dan santriwatinya. .

Memasuki perjalanan tahun ketiga, Primago Islamic School (PIS) yang cikal bakalnya sebagai Sekolah Persiapan Masuk Pesantren Modern dan Gontor, awalnya dibuka dari kelas 5 & 6 SD serta kelas Persiapan dari kelas 7-9 dengan sistem Asrama Tinggal (Boarding) 24 Jam, menggunakan Bahasa Arab dan Inggris dalam percakapan sehari hari, dan memadukan Kurikulum Diknas dan Kurikulum Gontor Kelas 1 KMI untuk Materi Pengayaan Masuk Pesantren.

Ditahun ketiga ini, berubah menjadi Pesantren Modern Primago dengan jenjang Pendidikan Sekolah Dasar Islam (SDI) dan Sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI) dengan program unggulan yang dimiliki yaitu Tahsin dan Tahfizh Al-Qur’an, Trilingual Daily Conversation (Arab, Inggris, Jerman), Public Speaking Practice, Character Building (Spiritual Leadership & Enterpreunership), Weekly Sport Activity (Outbond, Memanah, Futsal & Renang), Pengembangan Minat & Bakat (Pramuka, IT Basic Skill, Teater, Seni Beladiri, Handycraft, Hidroponik & Perikanan).

Selain kegiatan akademik, Pesantren Modern Primago juga memiliki program yang tidak kalah menariknya dengan sekolah lain pada umumnya, yaitu Study Tour Edukatif, Silaturrahim Tokoh Alumni, materi Keputrian dan Camping Tafakur Alam.

Ustadz Awaluddin Faj, selaku Ketua Yayasan Pendidikan Primago Indonesia mengatakan, ujian semester 1 ini, bertujuan untuk mengukur. Tak hanya ukuran bagi santri, namun juga guru dan lembaga.

Bagi santri, ujian ini adalah momentum mengukur kemampuan belajar santri. Bagi guru, inilah saat yang tepat untuk mengukur kemampuan mengajar mereka. kemudian, untuk lembaga, inilah saat yg tepat evaluasi diri apakah kita mampu menyelenggarakan ujian yang berkualitas atau tidak.

Sehingga, pelaksanaan ujian ini harus dilaksanakan dengan jujur dan ikhlas, baik bagi guru dan juga para santri dan santriwati.

Bila tidak jujur, murid akan mengambil jalan pintas untuk mendapat nilai tinggi. begitupun guru dan bahkan lembaganya juga mengharap hal yang sama, bukan demi kebaikan murid, tapi lebih kepada gengsi lembaga, atau bahkan takut dipecat atasan, karena nilai rata rata sekolah rendah.

untuk itulah, lanjut Ustad Awaludin Faj, tolok ukuran keberhasilan ujian, adalah ikhlas menjalani setiap proses yang dilakukannya, para santri dan santriwati salah niat dalam belajar, ingat ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian.

Niat tertinggi dalam belajar adalah mencari Ridho Ilahi dengan keberkahan ilmu, sehingga kelak mampu menghasilkan generasi muslim dan muslimah yang mendapat predikat Taqwa, Mu’min, Muhsin serta menjadi generasi Sholeh dan Sholehah yang bermanfaat, tulis Ustadz Awaluddin Faj, dalam realeasnya yang dikirim ke redaksi media ini.

“Selamat menempuh ujian bagi semua. Mohon do’a untuk seluruh santri, guru dan lembaga Pesantren Modern Primago Yayasan Pendidikan Primago Indonesia (YPPI) yg sedang menghadapi ujian”. (Faj)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed