oleh

Belajar di Youtube, Sukses Bikin Warganet Takjub

Bogor, korankompas.com – Jaman memang sudah berubah. Dulu, untuk memulai usaha, harus belajar lewat lembaga kursus, waktunya bisa berbulan bulan, itupun waktu belajarnya, belum mulai usahanya.

Sekarang, di jaman serba mudah akses informasinya, orang tidak lagi merasa sulit memulai usaha, itupun bagi yang benar benar mau ngulik sungguh sungguh.

Kanal Youtube salah satunya, sekarang banyak orang belajar dari Youtube, belajar bengkel motor, belajar membuat Pizza, Burger, Pastry, belajar Bisnis Online, bahkan belajar menjahit. Sampai belajar membuat ramuan herbalpun untuk mengobati keluarganya yang sedang sakit, ada. Semua tersedia di internet.

Bahkan, sebagian mereka memulai usahanya dulu, sambil kursus di Youtube.

Weni Novalia salah satunya, wanita yang tinggal di Kampoeng Pelangi Cileungsi Bogor ini, memanfaatkan Kanal Youtube untuk belajar menjahit.

Saat pandemic covid menghantam dunia, tahun lalu, suaminya terkena kebijakan pemerintah, bekerja dari rumah, work from home (WFH). Hal ini berpengaruh terhadap pendapatan gaji perbulan, padahal kebutuhan tiap hari terus bertambah, seiring dengan naiknya harga harga sembako dan kebutuhan anak dan keluarga.

Di rumah ada mesin jahit, pikir Weni, aku coba buka jasa menjahit di rumah, lanjut wanita baru usia 35 tahun ini.

Siang malam Weni belajar cara menjahit celana pendek di Youtube. Dicoba memotong kain sesuai cara mengukurnya di Youtube, lalu menjahitnya, jadi.

“Awalnya hanya ingin membantu suami, menambah penghasilan, sekarang malah suami ikut kerja membantu saya” ujar Weni, saat dihubungi wartawan korankompas.com

Hasil jahitannya, ia coba foto lalu diposting di grup grup whatsapp nya. Foto foto hasil jahitannya dan deskripsi produknya juga lengkap berikut penawaran harganya diblasting ke semua grup WA.

Olala be be, pucuk dicinta, ulampun tiba.

“Alhamdulillah respon teman temanku waktu itu baik sekali, langsung pesen 3 sampai 5 pcs, ahaayy..” kenangnya, gembira. Tidak berhenti disitu, Weni tawarkan juga hasil jahitannya kepada Ayub, saudaranya yang memiliki Grosir Pakaian Al Ayub di Pasar Tradisional Simpang Propau dan Pasar Sentral Kotabumi Lampung Utara.

Tidak disangka, Toko Grosir Al Ayub pun langsung pesan 50 pcs. Merasakan kemajuan usahanya makin berkembang, Weni coba belajar di Youtube cara menjahit gamis anak, baju muslim wanita.

Laris manis, dagangan barunya, lalu diproduksi satu set dengan jilbabnya, tambah laris. Memang desain Weni tidak asal jadi, naluri dan bakatnya merancang fashion, sangat bagus dan berkualitas.

“Desainnya sudah seperti fashion brand nasional dan bahannya juga berkualitas dari kain rayon, katun, wolfis hingga moscrepe, pokoknya cantik deh” puji Yuni, salah satu resellernya.

Menghadapi bulan Ramadhan 2020 lalu, Weni belajar lagi di Youtube, menjahit mukena dewasa. Penjualannya tembus 1.000 pcs, luar biasa, betul betul semua diluar dugaannya.

Weni pun dalam membangun bisnisnya, sebetulnya tidak selalu lancar, ada saja konsumen tertentu yang komplain ini itu. Sedih, bahkan kadang membuat semangatnya down.

“Tidak lama saya kalau ada masalah, segera saya bereskan, lebih baik dijadikan pelajaran kedepan, saya harus lebih baik lagi, membuat produk dan melayani konsumen, hingga mereka benar benar puas” papar Weni Novalia, optimis.

Kini usaha menjahitnya diberi nama Nubi Shop, mempekerjakan ibu ibu di sekitar tempat tinggalnya, Weni melatih menjahit, disediakan mesin jahitnya, lalu diberikan pekerjaan menjahit, harus selesai batas target hari dari Weni.

Puluhan ibu ibu tetangga rumahnya, kini bergabung menjadi rekanan membantu usahanya, Weni mampu memberdayakan lingkungan.

Produknya kini bertambah jenisnya, sprei, sarung bantal tidur, sarung bantal kursi, taplak meja hingga hordeng.

Yang menarik, harga yang dibandrol Weni lebih murah dibanding produk sejenis yang ditawarkan di marketplace.

Celana pendek 12 K, Gamis dan Jilbab 50 K, mukena anak 25 K, mukena dewasa 65 K, Sprei 50 K. Daftar lengkap produk dan harga bisa langsung minta di nomor whatsapp nya wa.me/6282243338276. (uha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed