oleh

Dakwah Hijrah, Sahabat Nasuha Mulai Bangun Masjid dan Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an

-Dakwah-443 views

Jakarta, korankompas.com – Setelah sukses dua kali, menyelenggarakan acara dakwah hijrah, berjudul Seminar Langkah Bebas Utang di hotel berbintang, dan pesertanya ratusan pengusaha dari berbagai kota di Indonesia, Lembaga Dakwah Nasuha, Ahad (31/10) kembali sukses menggelar acara seminar yang spektakuler, di Ballroom Smiley Harris Hotel Kelapa Gading Jakarta.

Jual Karpet Kantor
Jual Karpet Kantor

Kali ini, event Sahabat Nasuha bernama Fundamental Aqidah Nasuha (FAN) mengangkat tema Be Unshakable Character yang bermaksud menjadikan pesertanya memiliki karakter yang tidak tergoyahkan. Tema tersebut mirip judul buku An Unshakable Character karangan Jim Rohn, yang terkenal di kalangan pebisnis Amerika.

“Sesuai visi dari organisai Nasuha, yaitu mewujudkan umat berakhlakul karimah sesuai Alqur’an dan Hadits, maka kami menggelar kegiatan ini, sebagai pondasi awal naik level” terang Haerul Ihwan, Ketua Umum Lembaga Dakwah Nasuha, sesaat sebelum acara dimulai.

Gebrakan organisasi islam ahlus sunah wal jama’ah ini, memang spektakuler sepanjang tahun 2021, selain berbagi air minum gratis tiap hari, Sahabat Nasuha, sebutan popular anggota organisasi ini, juga berbagi makanan gratis setiap hari Jum’at, meluas hingga di berbagai kabupaten di Indonesia.

Peserta Akhwat Fundamental Aqidah Nasuha
Peserta Akhwat Fundamental Aqidah Nasuha

Dalam kegiatan Fundamental Aqidah Nasuha kemarin, materinya disajikan secara marathon oleh Ustadz H. Farhan Mauludi, Lc, Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur’an Mantab di Duren Sawit Jakarta Timur.

Mulai dari materi Aqidah, Iman, Ikhlas, Hijrah, Dakwah, Ikhtiar dan Tawakal, Kekuatan kata, High Quality Respond an The Legacy.

Dalam penjelasannya, Ustadz muda alumni Universitas Islam Madinah Saudi Arabia ini mengatakan, untuk memulai belajar agama itu ada etikanya.

Lalu, Ustadz yang kini memiliki banyak santri calon Penghafal Alqur’an ini membacakan Firman Alloh SWT :

ayat 282 surat al-Baqarah:

وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Dan bertakwalah kepada Allah; Allah akan mengajarimu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS Al-Baqarah[2]: 282).

Kemudian Ustadz H. Farhan membacakan Sabda Rosululloh SAW :

“Imam Mujahid berkata : Ilmu tidak akan didapatkan oleh yang pemalu dan orang yang sombong” (HR Bukhari, Shahih Bukhari, 38).

Ustadz H. Farhan Mauludi, Lc, saat memberikan materi
Ustadz H. Farhan Mauludi, Lc, saat memberikan materi

Memasuki penjelasan tentang Aqidah, Ustadz Farhan menjelaskan, bahwa Aqidah adalah keyakinan kokoh yang pasti.

Saat menyampaikan penjelasan tentang Iman, lebih dalam lagi materinya. Menurutnya, Iman itu naik turun. Iman bisa naik dengan amal soleh dan keimanan bisa turun bila manusia banyak melakukan maksiat.

Penjelasan materinya dirasakan peserta sangat runut teratur, penggunaan bahasanya yang mudah dipahami, menjadikan suasana belajar mengalir lebih menarik.

Hingga saat sesudah Istirahat Siang, materi penguatan fundamental aqidah ini sampai pada penjelasan detail perihal Ikhlas, Hijrah, Dakwah, Ikhtiar dan Tawakal.

Materi pembahasan tentang dakwah, peserta menyimak Hadits Muslim 101. Barang siapa menunjukan kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala orang yang mengerjakannya.

Sangat diharapkan, kepada peserta khususnya, dan kepada segenap umat islam pada umumnya agar selalu dakwah, menyampaikan kebaikan. Sebab dakwah adalah profesi tertinggi pengabdian seorang hamba di dunia.

Puncak ketakwaan seorang hamba adalah sejauh mana seorang hamba beramal soleh, sedekah jariah, berdakwah dan mendidik anak keturunannya menjadi anak yang soleh dan solihah.

“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS. At Talaq : 4).

Sepintar apapun usaha manusia, secerdik apapun akal manusia untuk menyelesaikan perkara utang riba dalam hidupnya, bila Alloh SWT belum ridlo, tidak akan pernah selesai urusannya.

Lembaga Nasuha, mengajarkan untuk memulai membiasakan bersedekah jariah, semangat berdakwah dan bersama sama membesarkan pesantren Tahfidz Qur’an untuk mendidik anak anak menjadi Hafidz dan Hafidzoh yang saleh dan salehah, bisa mendoakan kedua orang tuanya.

Begitu menariknya beberapa materi tersebut diatas, hingga tak terasa peserta sudah memasuki sesi sore hari.

Pengurus Nasuha Jakarta
Peserta Fundamental Aqidah Nasuha di Harris Hotel Jakarta

Tepat pukul 16.10 Wib, masuklah pada penjelasan materi tentang Kekuatan Kata.
Kata adalah do’a, begitu salah satu sesi materi ini.
“Janganlah kalian berdo’a untuk diri kalian, kecuali kebaikan. Karena sungguh para Malaikat mengaminkan apa yang kalian ucapkan” jelas Ustadz Farhan mengutip Hadits Nabi dari HR Imam Muslim 920.

Saat memberikan contoh antara kata dan akibat perkataan, Ustadz Farhan memutarkan lagu berjudul Hati Yang Luka. Dalam lirik lagu tersebut, bait ketiga akhir, adalah “Pulangkan saja aku pada ibuku atau ayahku”.

Peserta seminar heboh, saat lagu diputar, mereka malu malu takut ikut nyanyi, takut terkena tulah, akibat perkataan tadi.

Menurut kabar, penyanyi yang mendendangkan lagu yang menjadi hits pop era 1987 ini, berpisah dengan pasangannya. Persis seperti bait yang ia senandungkan. Bahkan lagu yang dianggap cengeng ini, pernah dicekal Menteri Penerangan agar tidak dinyanyikan oleh masyarakat.

“Itulah dahsyatnya kata kata, ucapkan yang baik baik saja” ujar Ustadz Farhan, berpesan.

Pengurus Nasuha Jakarta
Pengurus Nasuha Jakarta

Setelah shalat maghrib acara dilanjutkan dengan sesi High Quality Respone, dalam sesi ini, peserta diajarkan bila mendapati masalah dalam keseharian, berikan respon yang positif pada setiap persoalan yang menimpa hidup kita.

Dan tidak kalah menariknya, di sesi pembahasan terakhir, tentang The Legacy. Materi pamungkas dari gelaran Fundamental Aqidah Nasuha ini, paling dirasakan oleh peserta.

Legacy adalah warisan berupa nilai nilai kehidupan yang bisa menjadi suri tauladan bagi orang orang yang hidup setelahnya. Demikian Ustadz Farhan menjelaskan.

Berikutnya, dijelaskan pada materi Legacy ini, bahwa sesungguhnya dunia itu hanya diberikan kepada empat kelompok.

Pertama, kelompok manusia yang diberikan ilmu, harta dan takwa.
Kedua, kelompok manusia yang diberikan ilmu, tapi tidak kaya.
Ketiga, kelompok manusia yang diberikan kaya, tapi tidak berilmu.
Keempat, kelompok manusia yang diberikan miskin dan bodoh.

Yang paling baik dan beruntung adalah orang yang masuk kelompok pertama. Yaitu, seorang hamba yang diberi rezeki oleh Alloh SWT berupa harta dan ilmu. Dia bertaqwa kepada Alloh dengan hartanya, kemudian menyambung tali silaturahmi, mengetahui hak hak Alloh di dalamnya. Inilah kedudukan yang paling baik di sisi Alloh.

Lembaga Dakwah Nasuha adalah lembaga dakwah hijrah satu satunya saat ini, yang konsisten dan akan terus mengembangkan pendidikan 100.000.000 Tahfidz Qur’an di Indonesia.

Pembangunan sarana dan prasarananya sudah mulai dibangun di Puncak Bogor, pengelola mengajak peran serta seluruh kaum muslimin untuk berinfak bagi pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an dan donaturnya menjadi kelompok manusia pertama, berilmu, kaya dan takwa.

Sebagai informasi, lembaga dakwah ini, dalam waktu dekat akan menggelar kembali seminar bagi yang memiliki persoalan atau masalah hutang riba dengan bank atau lembaga keuangan lainnya.

Peserta seminar akan belaajar tuntas, bagaimana bisa lepas dari jeratan atau jebakan hutang riba sampai lunas.

Acara bergengsi ini nanti digelar pada Minggu, 28 Nopember 2021 di Hotel Nuansa, salah satu hotel bintang empat dan baru dua bulan beroperasi di Cikarang Kabupaten Bekasi.

Dan pada 22 Desember 2021, akan digelar acara Solusi Langit di Hotel The Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta.

Belum pernah ada event lembaga dakwah di Indonesia sebesar Solusi Langit ini nanti. Silahkan hubungi Sahabat Nasuha. (uha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed