oleh

Dari Kolonial Menjadi Milenial

Jakarta, korankompas.com – Diawal penjelasannya, Coach Ir. M. Haryanto Suryo Penguripan, MsTT., Founder & CEO di BUMI ARASY Human Capital & Management Consultant menyampaikan, tahun 1995, Soeharto sudah memprediksi dua puluh lima tahun mendatang, yaitu tepatnya pada 2020, apabila sekarang tidak ditanamkan mencintai bangsa sendiri, mencintai produk sendiri, maka akan hancur perekonomian Indonesia. Sekarang kembali pada sikap kita, Berubah atau Mati?, papar Coach Hary, panggilan akrabnya.

Sesi pertama adalah Change or Die dalam gelaran NASUHA SCALE UP BISNIS (NSB) dengan tagline kali ini Business Problem Identification, mengidentifikasi permasalahan dalam bisnis, sesi ini diikuti dengan antusias oleh ratusan peserta seminar bisnis dari berbagai kota, via zoom.

Mukena dan Sajadah 175 rb
Mukena dan Sajadah 175 rb

Menurut Ryan dari data digital yang masuk ke admin, peserta Ngulik Bisnis ini adalah para pebisnis yang tidak mau berhenti belajar dan ngaji. “Pesertanya, subhanalloh, keren keren banget, kalau saya lihat dari profil mereka” ujar Ryan yang juga host dalam gelaran webinar bisnis Sabtu (31/7) lalu.

Dalam sesi pertama juga, Coach Hary, memberikan gambaran bahwa dunia bisnis saat ini sedang mengalami disrupsi, dan sudah berubah total, bahkan lebih cepat dari perkiraan.
perubahan itu meliputi, cara produksi, model bisnis, cara distribusi, strategi marketing, bahkan cara cara promosinya, semua sudah hijrah ke digital.

“Kalau kita sebagai pengusaha tidak bisa move on, akan dilibas kemajuan jaman, kita tertinggal, dan goodbye” papar Coach Hary.

Pertamina, lanjutnya, akan menutup kegiatannya dari pengeboran dan SPBU nya, energi fosil tidak akan diminati orang di dunia.

Kendaraan sebagai alat mobiltas manusia, akan berubah menjadi mesin bertenaga listrik, yang hemat dan ramah lingkungan.

Penggunaan energi listrik dari sinar matahari juga, akan menggeser bisnis PLN di masa mendatang, rumah rumah penduduk akan banyak menyalurkan listrik terbalik, pada perusahaan penjual energi listrik.

Tidak ada media masa dari kertas, semua gadget.
Televisi berubah jadi youtube.

“Pokoknya, kedepan dunia usaha, berubah total, rubah mindset bisnis anda” tandas Coach Hary.

Dalam sesi kedua Kajian Bisnis Nasuha ini, Coach Haryanto memaparkan masalah yang dihadapi pebisnis di era pandemi, setiap jaman selalu ada masalah bisnis yang mengganggu, tapi itulah sunatulloh, pelaku bisnis itu seperti peselancar, bermain dalam gelombang laut yang membahayakan, sekali salah keseimbangan, tenggelam dia, lanjut Coach Hary.

Dalam bisnis, harus memiliki dasar yang kuat, ini amat menentukan, atittude 45%, knowledge 10%, experience 20% dan skill 25%. Sikap dalam bisnis menjadi hal sangat penting, tidak mudah goyah, harus memiliki integritas yang baik. Sementara untuk dasar yang lain kita bisa diskusi dengan mentor bisnis.

“Semua pebisnis pasti memiliki mentor yang baik, yang bisa diajak berdiskusi untuk kemajuan usahanya” papar Coch Hary.

Pengusaha juga menghadapi masalah financial yang rumit, namun bisa dirinci masalah ini.

Pertama, Financial Rawan, yaitu seluruh kebutuhan dasar anda masih dari pendapatan aktif yang anda hasilkan dari kerja pada hari itu, misal kuli buruh kasar.

Kedua, Financial Aman, yaitu jika minimal kebutuhan dasar anda sudah mampu tercukupi dari pendapatan pasif anda, misal PNS.

Ketiga, Financial Nyaman, yaitu jika kebutuhan dasar dan investasi anda sudah dapat dibiayai oleh pendapatan pasif anda, misal memiliki usaha beromset 10 M, tanpa utang bank.

Keempat, Financial Mapan, yaitu jika pendapatan pasif anda sudah mampu membiayai keseluruhan kebutuhan hidup, investasi dan gaya hidup anda, misal memiliki perusahaan gojek, Traveloka dan bisnis startup lainnya.

“Maka ada konsep baik, yaitu IKIGAI, a Japanese concept meaning “a reasen for being”, konsep kehidupan agar lebih berarti, bermanfaat. Konsep ini digagas Akihiro Hasegawa, seorang psikolog klinis dan profesor di Universitas Toyo Eiwa” terang Coach Hary.

Lalu, Haryanto SP, menampilkan empat lingkaran , antara lain, lingkaran passion, lingkaran need, lingkaran skill, dan lingkaran paid.

Pebisnis itu, harus cocok dengan usaha yang dijalankannya, bisnisnya harus memberikan banyak manfaat pada masyarakat, dan pebisnisnya juga harus memiliki kemampuan yang baik dalam pengelolan perusahaannya, bila semua terpenuhi syarat syarat diatas, maka akan terjadi transaksi dan perusahaan mendapatkan profit dari usahanya.

Ulasan panjang dan lebar, begitulah Haryanto SP menjabarkan skema bisnis dalam rangka membantu para pengusaha muslim yang mengalami hambatan dalam usahanya.

Sesi terakhir, host Ryan memandu tanya jawab perihal bisnis. Event online yang dihadirkan Nasuha Care ini, langsung dibanjiri pertanyaan dari para pesertanya, bahkan, dengan berat hati host Ryan terpaksa harus menutup kajian bisnis ini, karena waktu sudah melewati batas yang dijadwalkan.

Yang paling menarik, dari seluruh pertanyaan, adalah thema pertanyaannya, bermigrasi bisnis dari konvensional ke digital.
“Coach, bagaimana caranya usaha saya beralih ke digital?” (bersambung/uha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed