oleh

Saat Tokoh Agama Yang Lain Takut, Ketua PP Muhamadiyah Berani Ingatkan KSAD Dudung

-Nasional-478 views

Jakarta, korankompas.com – Peringatan untuk Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jendral Dudung Abdurrachman, dilayangkan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas.

Dudung baru-baru ini banyak membicarakan soal agama dalam beberapa kesempatan.

Terbaru, Dudung menyatakan, “Kalau saya berdoa setelah shalat, doa saya simpel aja, ya Tuhan pakai bahasa Indonesia saja, karena Tuhan kita bukan orang Arab,” kata Dudung dalam saat hadir di Podcast Deddy Corbuzier.

Anwar Abbas mengaku tidak mempermasalahkan Dudung membicarakan soal agama dihadapan publik. Hanya saja, Anwar mengingatkan bahwa hal itu bukan bagian dari peranan utamanya.

“Saya senang KSAD bicara tentang masalah agama. Tapi kalau bisa beliau jangan sampai berbuat salah dalam menafsirkan soal fiqh tata cara berdo’a, dan memahami serta menjelaskan ajaran agama Islam tersebut,” kata Anwar, Rabu (1/12).

Selain itu, pengamat sosial ekonomi dan keagamaan ini, mengkhawatirkan apa yang disampaikan Dudung tentang pandangan Islamnya bisa menimbulkan kontroversi dan  kesalahpahaman serta kegaduhan di kalangan umat.

“Oleh karena itu, saya lebih cenderung menyarankan beliau untuk lebih fokus kepada apa yang menjadi tugas utama beliau,” tutur Doktor yang juga Ketua PP Muhamadiyah.

Salah satu tugas Dudung, disebutkan Anwar, adalah soal kelompok kekerasan bersenjata (KKB) dan separatisme di Papua yang semestinya mejadi perhatian KSAD.

“KSAD seharusnya lebih banyak bicara tentang hal tersebut, terutama bagaimana caranya supaya kita bisa menumpas gerakan separatis tersebut sehingga keutuhan dan persatuan kita sebagai bangsa dari Sabang sampai Merauke,” katanya.

“Nggak malah ngurusi tata cara berdo’a, ini bagaimana, tolonglah Pak Panglima TNI, ini dibimbing cara kerja dan tugas KSAD yang baru” kata Anwar.

Menurut Anwar, persoalan Papua yang masih menggelayut hingga hari ini lebih penting, ketimbang persoalan agama yang diangkat Dudung ke permukaan dengan tanpa maksud yang jelas.

“Tentara terutama KSAD harus bisa melakukan gerak cepat untuk memadamkannya. Sebab, kalau apinya sudah besar dan membesar maka tidak mustahil Papua juga akan bisa bernasib sama dengan Timor Timur. Dan hal itu tentu jelas sangat-sangat tidak kita inginkan,” tandas Anwar. (bn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar

News Feed