oleh

Said Aqil Sowan ke Istana Jelang Muktamar NU, Banyak Puji Jokowi

-Nasional-162 views

Jakarta, korankompas.com – Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj sowan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana. Said Aqil melaporkan mengenai rencana penyelenggaraan Muktamar NU pada Desember mendatang.

“Pertama kedatangan saya ini kangen-kangenan, sudah lama ya semenjak COVID-19 baru dua kali ini. Satu tahun lebih, satu tahun setengah, baru dua kali kita bertemu langsung dengan Bapak Presiden.

Yang kita bicarakan, pertama, melaporkan hasil Munas Konbes NU tanggal 25-26 kemarin di Hotel Syahid bahwa kita NU akan mengadakan muktamar, melaksanakan muktamar pada Desember 2021, tanggal 23 sampai 25,” kata Said Aqil kepada wartawan seusai pertemuan Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (6/10/2021).

Jokowi juga sempat bertanya mengenai upaya pencegahan penularan COVID-19 karena Muktamar NU bakal melibatkan banyak orang. Said Aqil mengatakan Muktamar NU harus mendapatkan izin dari Satgas COVID-19.

“Presiden pun agak tanda tanya apakah sudah mungkin melihat kondisi COVID masih seperti ini, apalagi di Lampung. ‘Ya nanti kita lihat, Pak’. Itu pun dengan syarat memperhatikan prokes dan izin dari Satgas nasional dan lokal,” ujar Said Aqil.

Said Aqil juga mengaku diminta lagi menjadi Ketum PBNU oleh sejumlah kiai. Kendati demikian, dia mempersilakan kader-kader NU lain untuk berkompetisi.

“Pokoknya silakan kompetisi kader-kader NU yang mau maju, silakan maju beberapa kiai sepuh antara lain Tuan Guru Turmudzi Lombok, Kiai Hasan Cirebon Kiai Muhtadi Banten meminta kepada saya agar maju lagi, kiai-kiai sepuh dan beberapa teman,” ujar Said Aqil.

Meski belum secara resmi mendeklarasikan diri maju menjadi Ketum PBNU, Said Aqil menyatakan siap jika banyak diminta oleh sejumlah pihak. Sebagai kader, Said Aqil mengatakan harus selalu siap.

“Kalau banyak permintaan ya saya siap dong, yang namanya kader kalau sudah banyak permintaan siap. Walaupun sampai sekarang saya belum declare secara resmi, tapi permintaan sudah sangat banyak,” ujar Said Aqil.

“Tapi Bapak siap?” tanya wartawan.

“Siap aja, kenapa nggak siap? Kalau untuk NU, siap,” jawab Said Aqil.

Dalam kesempatan itu, Said Aqil menyampaikan apresiasi kepada Jokowi soal vaksinasi di Indonesia. Said Aqil menyebut kasus COVID-19 kini telah mampu dikendalikan.

“Wabilkhusus vaksinasi di pesantren, para kiai luar bisa di luar dugaan saya bahwa vaksinasi sangat masif masuk ke pesantren dan para kiai-kiai,” ujar Said Aqil.

Isu radikalisme dan terorisme turut disinggung dalam pertemuan tersebut. Said Aqil mengapresiasi Jokowi soal pembubaran HTI dan FPI.

“Kemudian dalam masalah menanggulangi terorisme, radikalisme, pembubaran HTI, pembubaran FPI, dan terus Densus melaksanakan tugasnya dengan baik, utamanya terbunuhnya Ali Kalora itu. Itu juga kita apresiasi kepada Presiden yang tidak terjadi sebelumnya,” tutur Said Aqil.

Hal lain yang diapresiasi Said Aqil adalah pembangunan infrastruktur. Said Aqli bahkan menyebut Jokowi sebagai ‘Bapak Infrastruktur’.

“Begitu pula infrastruktur, bahkan saya katakan, ‘Bapak ini presiden infrastruktur, Pak Jokowi ini bapak infrastruktur, yang semuanya kita nikmati keberhasilan pembangunan infrastruktur Bapak Presiden. Bukan hanya di Jawa atau Indonesia barat, tapi juga Indonesia tengah dan Indonesia timur’,” tutur Said Aqil.

“Terutama lagi penyelenggaraan PON yang bisa dikatakan sangat sukses, kita semua khawatir, semua prihatin, ngeri di Papua, akan dilaksanakan di Papua, ternyata aman-damai dan Bapak Presiden pun tidak hanya membuka PON, tapi juga berkunjung ke beberapa daerah,” sambung Said Aqil.

Selain itu, Said Aqil mengungkap tawaran berkunjung ke Israel. Namun tawaran itu ditolak Said Aqil atas alasan Israel yang tidak mau mengakui Palestina.

“Masalah kemandirian bahwa kita sama-sama NU dan presiden sama berpendapat menjaga kemandirian jangan sampai kita terpengaruh oleh kepentingan luar. Sikap Indonesia terhadap Palestina tetap jelas keberpihakan ke Palestina. Selama Israel tidak mengakui negara Palestina, maka Indonesia tidak akan mengakui negara Israel secara politik. Ibu Retno pun seperti itu, selalu mengatakan seperti itu,” kata Said Aqil.

“Dulu pendapat saya juga begitu waktu 2 tahun yang lalu, NU ditawari berkunjung ke Israel, saya tolak selama Israel belum mengakui Palestina saya tidak akan pernah… kalau sudah saling mengakui ayo,” sambung Said Aqil. (uha)

Bila ada kejadian/peristiwa di lingkungan anda, silahkan info ke whatsapp redaksi korankompas.com 082111920920 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed